tutorial menanam jagung
1. Persiapan Lahan dan Bibit
- Pemilihan Benih: Pilih benih jagung hibrida berkualitas unggul untuk hasil maksimal.
- Pengolahan Tanah: Cangkul tanah sedalam 15-20 cm, bersihkan dari gulma, dan buat bedengan setinggi 20-30 cm. Tambahkan kapur dolomit jika tanah terlalu asam.
- Waktu Tanam: Waktu terbaik adalah awal musim hujan atau akhir musim hujan (September-November atau Februari-April).
2. Cara Penanaman
- Jarak Tanam: Gunakan pola 70-80 cm x 20-25 cm agar tanaman tidak berdesakan.
- Penugalan: Buat lubang tanam dengan tugal sedalam 3-5 cm.
- Jumlah Benih: Masukkan 1-2 benih jagung per lubang, lalu tutup kembali dengan tanah atau pupuk kandang tipis-tipis.
3. Pemeliharaan Tanaman
- Penyiraman: Pastikan tanah cukup lembap, terutama saat fase perkecambahan dan pembungaan.
- Penjarangan (usia 1-2 minggu): Jika tumbuh dua benih dalam satu lubang, sisakan satu tanaman yang paling sehat.
- Pemupukan: Lakukan pemupukan susulan, biasanya pada umur 10-15 hari, 30-35 hari, dan menjelang pembungaan (45-50 hari) menggunakan pupuk urea, NPK, atau ZA.
- Penyiangan: Bersihkan rumput liar (gulma) agar tidak berebut nutrisi, biasanya dilakukan saat pemupukan.
4. Pengendalian Hama dan Penyakit
- Amati tanda-tanda serangan ulat grayak atau penyakit bulai. Gunakan pestisida organik atau kimia sesuai dosis jika diperlukan.
5. Panen
- Jagung umumnya dapat dipanen pada umur 65-100 hari setelah tanam, tergantung varietas.
- Ciri jagung siap panen: Kulit klobot mengering/coklat, rambut jagung kering, dan biji jagung keras.
Comments
Post a Comment